Sidang ke-12 Komite Warisan  Budaya Tak benda the United Nation Educational Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) menetapkan perahu Pinisi Asal Bulukumba, Sulawesi Selatan sebagai warisan budya tak benda, di Jeju Island, Korea Selatan sebagai warisan budaya tak benda.

Wakil bupati bulukumba Tomy Satria yang hadir dalam sidang tersebut, memberi selamat kepada masyarakat Bulukumba, Sulawesi Selatan atas penetapan tersebut. "Kita wajib untuk melestarikanya" pinta Tommy.

Sementara itu Direktur Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, berharap penghargaan tersebut mengispirasi generasi muda untuk merawat dan menjaga budaya tanah air.

Penetapan Pinisi : seni pembuatan perahu disulsel, kata Hilmar merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap pengetahuan dan teknik perkapalan tradisional yang dimiliki nenek moyang bangsa indonesia.

Pinisi mengacu kepada sisitim tali dan layar sekunder, Pinisi merupakan bagian sejarah dan tradisi masyarakat sulsel dan khususnya masyarakat Bulukumba.

Nahamuddin Ramly, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kebudayaan, mengatakan, nilai-nilai histori dan philosofi dalam pembuatan Pinisi menjadi alasan mengapa penghargaan itu pantas diraih.

Konsekuensi dari penetapan tersebut adalah agar nilai-nilai  kebudayaan dan warisan pinisi wajib dilestarikan. Pemerintah dan masyarakat berperan menjaga warisan tersebut.

0 Komentar