Sejumlah warga bersama Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) yang tergabung dalam Posko Menangkan Pancasila (PMP) kabupaten Mamasa menggelar aksi ujuk rasa menolak ekseskusi 12 rumah warga yang berada di ujung kota Mamasa yang akan dilakukan Pengadilan Negeri Polewali, Senin 19 Februari 2018.

Eksesuki 12 rumah tersebut berdasarkan surat keputusan Pegadilan Negeri Polewali, No.03/Pen.Eks/2018.Pn.Pol, dimana lokasi tersebut bersengketa  dan masuk di meja pengadilan namun dimenangkan oleh penggugat.

Aksi penolakan eksekusi yang dilakukan sejumlah warga dan mahasiswa sempat membuat macet  arus kendaraan sekitar 1 Jam lebih, di Jalan Poros Mamasa-Rante-Rante lantaran sejumlah pengunjuk rasa menutup badan jalan serta membakar ban bekas.

“Kami akan tetap bertahan jika dipaksakan eksekusi, karna lokasi yang ada saat ini, sudah ditempati warga sejak berpulu-pulu tahun dan punya IMB,” ujar Arnol, korlap aksi.

Merespon aksi yang dilakukan sejumlah warga dan mahasiswa, Plt. Bupati Mamasa Bonggalangi, berserta sejumlah Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pihak pengadilan melakukan rapat bersama, mencari jalan keluar dari kasus tersebut.

Melalui pertemuan musyawara Forkopimda, Ekseskusi untuk sementara ditunda dan diserakan kepada dua belah pihak agar meyelesaikannya itu secara adat.

“Untuk saat ini tidak ada Eksekusi dengan pertimbangan situasi dan kondisi keamanan, namun tidak berarti keputusan pengadilan batal karna tidak ada orang yang kebal hukum, dengan adanya penundaan eksekusi diberikan kesempatan sampai minggu depan, dan diharapkan pemerintah melalui camat dan lura bersama lembaga adat untuk menegosiasi kedua bela pihak,” ungkap Bonggalangi.

Sementara ketua Pengadilan Negeri Polewali  Heriyanti, mengatakan keputusan pengadilan akan tetap dilaksanakan, namun terlebih dahulu memeberikan ruang lembaga adat untuk mempasilitasi kedua belah pihak.

“Hukum adat di Mamasa ini benar-benar masih hidup sehingga kami menghargai itu, dan kita berikan kesempatan dan ruang yang cukup kepada termohon eksekusi dan semua pihak untuk bermusyawara dengan lembaga adat,” katanya.

Untuk saat ini jalan kembali di buka dan arus kendaraan kembali normal seperti biasanya.

0 Komentar