Keluarnya berbagai rancangan aturan perundang-undangan yang dinilai tak manusiawi telah berhasil membuat geram seluruh rakyat Indonesia.

Demonstrasi yang dipelopori mahasiswa yang sudah berlangsung hampir seminggu lamanya ternyata masih saja dianggap sebagai permainan dan tak kunjung mendapatkan titik terang.

Gelombang penonakan terhadap berbagai pasal dan aturan yang dinilai tidak memperlihatkan keberpihakannya terhadap rakyat, berhasil menyeret masuk sektor yang lain seperti sektor pelajar, perempuan, seniman, pers, bahkan ojek online pun turut dalam barisan perlawanan.

Tentu saja situasi ini terjadi karena murni datang dari keresahan yang dialami rakyat. Bagaimana mungkin ditengah situasi yang sudah timpang, hutang luar negeri yang semakin melambung tinggi, komersialisasi seluruh sektor kehidupan rakyat (kesehatan mahal, pendidikan mahal dll), korupsi yang semakin menjadi dan membabi buta, lantas negara dengan seenaknya mengeluarkan berbagai aturan yang nyata hanya berpihak pada oligarki.

Demonstasi yang terjadi diberbagai daerah hampir seluruhnya berujung ricuh dan dikabarkan sampai rabu dini hari, setidaknya ada sekitar kurang lebih 232 orang yang menjadi korban. (kompas.com)

Dalam hal ini kami dari eksekutif nasional liga mahasiswa nasional untuk demokrasi mengecam keras serta mengutuk tindakan represifitas aparat terhadap mahasiswa maupun rakyat sipil yang melakukan demonstrasi.

Demonstrasi adalah hak rakyat yang dilindungi undang-undang. Setiap warga Negara yang merasa hak dan kewajibannya dikangkangi serta diperlakukan secara tidak adil oleh Negara maka wajib hukumnya untuk melawan.
Salam,


Indrayani Abd. Razak (Ketua Umum EN LMND)

0 Komentar